"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Kamis, 22 November 2012

Hilangnya Ratu Adil

Image Source
Darah membanjir. Teriakan dan tangis menjadi orkestra pesakitan menyayat hati. Tubuh-tubuh yang jiwanya terenggut paksa bergelimpang, tersebar laksana beras yang tumpah ruah ke jalan. Semuanya mencari kebenaran, semua bertanya "Dimana kebenaran?"
Masing-masing kubu berbicara mengenai hak. Tiap kepala yang berlawanan paham dan pemikiran mengukuhkan diri sebagai yang paling benar. 
Kemana perginya sang ratu adil? Saat kebenaran dan welas asih menjadi sebuah hal yang samar. Transparan, sulit terlihat dan tak tersentuh oleh nurani manusia. Saat perdebatan diakhiri dengan pembunuhan berdarah dingin. Kemana dirinya yang bisa memberikan keadilan? Semua hanya saling menatap dengan pandangan kosong.

Sesungguhnya ratu adil ada di tiap diri mereka. Tapi dia terpenjara oleh kegelapan. Terkungkung oleh ketamakan dan kerakusan. Dia pun terasingkan, terlupakan oleh mereka. Tanpa sadar mereka telah membangun penjara untuk sang ratu adil di dalam jiwa mereka sendiri. Mereka mengucilkan dirinya, meninggalkan segala bentuk eksistensi sang ratu adil. Mereka memilih hidup di bawah kendali sang kegelapan. Sang kegelapan tertawa terbahak-bahak menginjak-injak ratu adil hingga terkubur dalam-dalam. 
Semua mulai lupa. Senjata telah melenakan mereka. 

Akankah semua ini akan berakhir? 
Saya tak tahu. Akankah menjadi epilog bahagia seperti di buku dongeng Charles Dickens? Ataukah menjadi epilog tragis mencenangkan seperti di Fight Club milik Chuck Palahniuk?

Sepertinya Palahniuk akan tertawa sendiri melihat semua yang terjadi sekarang ini mendekati imajinasi Mayheim Project yang dia ciptakan di Fight Club. Sebuah proyek penghancuran massal. Penghancuran tata kehidupan manusia, semua yang disebut keteraturan, kedamaian dan kebahagiaan, secara bersamaan akan luluh lantak bersama dengan kematian disana-sini. 
Sekarang ini, tak ada lagi sang ratu adil. Sang ratu adil telah terhimpit dan kalah oleh sosok seperti Tyler Durden ciptaan Palahniuk, sosok kegelapan yang sempurna, jenius dan menyukai kehancuran. 

Entah kapan tiap manusia yang masih memiliki ratu adil di jiwanya datang berbondong-bondong dan bersatu melawan kegelapan di tanah tak bertuan ini. 
Mungkin. Suatu hari nanti. Saat semuanya hampir terlambat. Saat semua yang disebut kehidupan mendekati batas akhirnya di titik nol.
Kiamat. 

Semoga Tuhan menyelamatkan jiwa-jiwa tak berdosa di Palestina.

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Klik disini mengenai HARTA KEKAYAAN RATU ADIL YANG DIPINJAM AMERIKA & Sertifikat pengakuan Kennedy atas PEMINJAMAN HARTA EMAS, Kemudian Kennedy dibunuh oleh iluminati/freemason KARENA DIANGGAP MEMBOCORKAN RAHASIA.
http://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/07/24/sejarah-tabu-amerika/

Anonim mengatakan...

“Lah iku timbuling Buda Wekasan, denen sinebut buda wiwitan iya iku ratu majapahit, iya timbuling buda wekasan iku paribasane bakal ana: sileme prau gabus, kumambanging watu item, mungguhing jumeneng nging sang ratu adil, aneng kraton katangga, pasare ana ing lurah binatu, hiya Herucakra, iya Tunjung Putih, iya Pudhak Sinumpet, jumeneng Imam Mahdi, yaiku kanjeng Nabi Isa Roh Allah” – Jangka Jayabaya Catur Sabda. Yang disebut Buddha akhir jaman kegelapan (bukan metteyabuddha) ya itulah raja majapahit dulu. Kelak ia akan berkraton di hutan Ketonggo. Ya itulah senjata cakra Dewa Vishnu, ya itulah ketua aliran teratai putih, ya itulah satria piningit. Semua julukan berkumpul di satu kedaton yaitu Imam Mahdi Nabi Isa Roh Allah. Ratu Adil belum Buddha, tapi orangjawa saat itu meramalnya sebagai Buddha karena baiknya. ‎”Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa. ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener.” – Jayabaya 160. Jauh sebelum kejadian itu sebelumnya ada komet paling bercahaya di abad 21 yang disebut Komet Kohoutek lewat pada tahun kelahiran Ki Agung Gledek Sayuto. Komet Kohoutek datang dari selatan lenyap di timur seperti kata ramalan. “Momongane padha dadi nayaka perang. perange tanpa bala. sakti mandraguna tanpa aji-aji” – Jayabaya 162. Murid-muridnya cuma mengarah menjadi tentara. Jika berperang memakai ilmu praktis tanpa terlalu banyak ajian. Jika berperang tidak butuh kawan. “Apeparap pangeraning prang. tan pokro anggoning nyandhang. ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. sing padha nyembah reca ndhaplang” – Jayabaya 163. Bergelar pangeran perang, meski tak berbaju jendral. Tapi bisa menyempurnakan agama besar yang menyembah patung jesus. “Mumpuni sakabehing laku. nugel tanah Jawa kaping pindho. ngerahake jin setan kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo.” – Jayabaya 164. Sudah menguasai semua ilmu gaib, membagi pulau jawa jadi tiga provinsi saja, dengan mengerahkan jin setan dan semua teman halusnya. Semua makhluk halus bersatu dibawah perintahnya. ‎”Pendhak Sura nguntapa kumara. kang wus katon nembus dosane. kadhepake ngarsaning sang kuasa. isih timur kaceluk wong tuwa. paringane Gatotkaca sayuta” – Jayabaya 165. Selesai suro 2012 sambutlah kehadirannya di Indonesia, dia baru selesai menebus dosa, sudah dihadapkan ke mahakuasa. Masih muda sudah dipanggil Ki. Andalannya Ilmu Satujuta Gatotkaca, ilmu mahaguru khodam versi india warisan eyangnya.

Anonim mengatakan...

“Idune idu geni, sabdane malati, sing mbregendhul mesti mati. ora tuwo, enom padha dene bayi. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. garis sabda ora gentalan dina, beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. nanging inung pilih-pilih sapa” – Jayabaya 166. Ilmunya adalah pedang bodhidhamma yang bisa memancarkan listrik api, yang membangkang harus mampus, gak peduli berapapun umur dia. Sabdanya cepat terbukti, beruntunglah bagi yang percaya. Sangat pemilih dalam mengambil bawahan. ‎”waskita pindha dewa. bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira. pindha lahir bareng sadina. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. wasis, wegig, waskita, ngerti sakdurunge winarah. bisa pirsa mbah-mbahira. angawuningani jantraning zaman Jawa. ngerti garise siji-sijining umat. Tan kewran sasuruping zaman” – Jayabaya 167. Jika meramal seperti dewa. Juga tahu apasaja kelahirankembali Anda sampai tujuh kali kelahirankembali. Bijak Cermat Sakti, tahu sebelum terjadi. Tahu putaran roda jaman, tahu setiap agama matinya kapan. karena itu tak takut kalah dijaman itu. ‎”Awus aputus weda Jawa, mung angandelake trisula. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda” – Jayabaya 168. Sudah selesai menerapkan kejawen, sekarang cuma mengandalkan ilmu trisula veda. Makna trisula ini berpindah-pindah antar bait ramalan jayabaya. Salahsatu maknanya adalah seperti diatas itu melambangkan dua orang sahabat satria piningit yang selalu bersama satria piningit. Dimana Satria Piningitnya pantang merugikan oranglain, sedangkan dua temannya menolak pencurian dan kejahatan. Dimanapun saya berada, saya selalu ada dua orang yang dekat dengan saya. “Sirik den wenehi, ati malati bisa kesiku. senenge anggodha anjejaluk cara nistha. ngertiyo yen iku coba, aja kaino. ana beja-bejane sing den pundhuti. ateges jantrane kaemong sira sebrayat.” – Jangka Jayabaya 169. Tidak mau jika diberi, sukanya mengambil paksa. Tapi tidak usah dihina, itu tandanya anda sekeluarga akan dijaga. ‎”Ing ngarsa Begawan dudu pandhita sinebut pandhita. dudu dewa sinebut dewa. kaya dene manungsa, dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh. gawang-gawang terang ndrandhang” – Jayabaya 170. Didepan para pertapa alim, bukan pendeta dipanggil pendeta. bukan dewa dipanggil dewa. Tapi dengan memakai rasio manusia semua hal dijelaskan secara rinci. Yang dianggap tahyul kini menjadi jelas. “Aja gumun aja ngungun, hiya iku putrane bethara indra kang pembayun. Ana manungso kaiden ketemu, uga ana jalma sing durung mangsane. aja sirik aja gela, iku dudu wektunira. Nganggo simbol ratu tanpa makutha.” – Jayabaya 171. Ada orang mau ketemu dengannya, tapi belum bisa. Tidak usah kecewa, memang belum waktu anda. Ia sering membawa logo ratu tanpa mahkota. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism’s earliest texts,and he is known to be cognate with Rudra-Shiva which confirms these” – kutipan dari situs ini. Adam adalah Jesus.

Anonim mengatakan...

Konon Ronggowarsito saat pergi berguru ke Kediri, sangat iri hatinya melihat ramalan akan Prabu Jayabaya terhadap satria piningit. sehingga bela-belain membuat ramalan versinya sendiri untuk kalangan sendiri. sehingga menjadikan ramalan versi ronggowarsito yang abal-abal menunjuk ke arjuna anak bungsu dewa indra, sedang ramalan asli dari prabu jayabaya alias anglingdharma alias bhisma alias prabu siliwangi menunjuk pada anak sulung dewa indra yaitu jesus. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism. Konon Ronggowarsito sangat iri hatinya saat berguru ke kediri melihat ramalan jayabaya untuk satria piningit. sehingga bela-belain membuat ramalan versinya sendiri atau versi kraton mataram.

presiden besok ki agung gledek sayuto jesus asli, wapresnya dewantoro anak semarang. kedua-duanya bermata picek, sesuai ramalan. go = ki agoeng, ro = dewantoro. ki agoeng lahir di bumi mekkah, memang jesus asli, setelah mati di kashmir dulu. - buddhist dan penyebar 7 agama: 1. Theravada Buddhism. 2. Nuclear Dhamma New Madyamaka. 3. Kalachakra Shamballa. 4. Neo Christianity. 5. Hindu. 6. Taoism. 7. Modern Confucianism. dewantoro lahir di semarang. - nasrani. dan penyebar buddhi (agama kejawen).

guru prabu jayabaya si kentir kiai ajar hendak menukar satria piningit menjadi seorang muslim. dibunuh langsung oleh prabu jayabaya. jelas saja dia marah, minta diramal, malah diproyeksikan dunia muslim.

"nganggo simbol ratu tanpa mahkota" adalah lambang israel, yang akan dikenakan sebagai badge di lengan ratu adil. Dari Jangka Jayabaya: 1. “Hiya iku putrane batara indra kang pembayun (Jesus)”. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” – Ibr 1:6 Injil. “The Supreme-Lord of the earliest Jewish scriptures, Yahweh by name, is also the name of Indra, the Supreme-Lord of Hinduism. 2. “Bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang sing pada nyembah reca ndamplang”. Agama kristen disempurnakan jadi jedism, tidak berubah jadi islam. 3. “Nganggo simbol ratu tanpa mahkota”. Saya memakai lencana israel di tangan kanan. 4. “Sing mbregadul musti mati, ora tuwo enom pada dene bayi.” Tidak ada toleransi. semua dikerjakan sesuai setiap baris ramalan dalam arti sebenarnya. 5. “Kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong.” Jadi Jesus didampingi sabdo palon dan naya genggong.

sherlina halim mengatakan...

www.indobet77.com

Master Agen Bola , Casino , Tangkas , Togel Terbesar
dan Terpercaya Pilihan Para Bettor

Promo Terbaru :
- Bonus  10% New Member Sportsbook
- Bonus 5% New Member Casino Online
- Bonus 10% Setiap Hari Bola Tangkas
- Togel Online
- Sabung Ayam ( New Produk )
- CASHBACK untuk Member
- BONUS REFERRAL 5% + 1% Seumur Hidup

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : indobet77_sb2@yahoo.com
- EMAIL : indobet77@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7238
- WECHAT : indobet77
- SMS CENTER : +63 905 213 7238
- PIN BB : 2B65A547 / 24CC5D0F

Salam Admin ,
http://indobet77.com/

Anonim mengatakan...

wes arep kalisumbaga, jamane ratu adil wes lewat.. iku kalisuba jamane pak karno

--
Dajjal Yuni

Ki Ageng mengatakan...


"apeparap pangeraning prang
tan pokro anggoning nyandhang
ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang
sing padha nyembah reca ndhaplang,
cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang"
Berjuluk pangeran perang
Berpakaian seadanya tapi bisa menyempurnakan lagi kristen menjadi kristen yang sempurna
orang-orang buddhist sadar inilah yang jutaan tahun kelak akan lahirlagi sebagai Metteya Buddha
Dari sikap takut menjadi berbondong-bondong menunggu perintah perang ratu adil

"tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh
hiya siji iki kang bisa paring pituduh
marang jarwane jangka kalaningsun"
Air brajamusti mengalir kemana-mana ditubuhnya
beginilah jika saya mengutus orang menjalankan ramalan saya

"pendhak Sura nguntapa kumara
kang wus katon nembus dosane
kadhepake ngarsaning sang kuasa
isih timur kaceluk wong tuwa
paringane Gatotkaca sayuta"
tiba suro habis semua dosanya
masih muda tapi seperti sudah tua
hartanya banyak sekali

"nglurug tanpa bala
yen menang tan ngasorake liyan
hiya iku momongane kaki Sabdopalon
sing wis adu wirang nanging kondhang"
Menyerang orang ramai sendirian saja
Saat menang tidak merendahkan musuhnya
Itulah asuhannya Semar
yang sudah diterpa masalah tapi akhirnya terkenal

___________________________________________

"Ratu adil iku kanjeng Nabi Isa putrane betara indra kang pembayun,
jumeneng ratu pinandhita tunjung putih semune pundak semungsang, kasbut
sultan herucakra. Akedaton ing tengah-tengahing bumi mataram,
kadherekake Sabda Palon lan Naya Genggong." ("Ratu adil itu Nabi
Isa, bernama satria pinandhita satria piningit, berjuluk sultan
herucakra, putranya Yahweh/Odin/Zeus/Indra paling sulung. Tinggal di
yogyakarta saat ini, didampingi Semar dan Narada. 'Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: 'Semua malaikat Yahweh harus menyembah Dia.' - Ibr 1:6 Injil") - Jayabaya

Kelahirankembali Wild Bill Hickock, Jesus (Caesarion/Ptolemy XV), Leonardo da Vinci, Solomon, Karna, Parikshit, Kian Santang, Damarwulan.

Sultan Herucakra mengatakan...

Q: Siapakah Ratu Adil?
A: Pantun Bogor, "ku sanghyang batara kala, turun jadi budak angon"
Serat Yasadipura, "tukule parikesit tan busana narendra utawa ksatriyan prajurit."
Serat Jayabaya, "putrane batara indra kang pembayun hiya iku buda wekasan kanjeng nabi isa."
Injil, "Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: 'Semua malaikat Yahweh harus menyembah Dia."
Uga Wangsit Siliwangi, "papay ku dia lacak Ki Santang!"
Ratu Adil adalah orang yang sewaktu di surga bernama Batara Kala atau Sudharshan Chakra. Ia adalah anak Indra/Yahweh tersulung, yang jutaan tahun lagi akan lahir lagi ke bumi sebagai Metteya Buddha. Selama hidup di bumi ia pernah hidup sebagai berbagai tokoh diantaranya Kian Santang putra Prabu Siliwangi, Parikesit yang sebelumnya hidup sebagai Karna, serta ia juga adalah Nabi Sulaiman, Adam, dan Isa.

Q: Tempat tinggal Ratu Adil membingungkan, ada ramalan serat mengatakan di jawa barat tapi ada pula serat menyatakan di jawa timur?
A: Setiap serat itu ada perbedaan tentang tempat tinggal karena sedang menyorot masa hidup ratu adil yang berbeda-beda, anak-anak, remaja, dan dewasanya.
Uga Wangsit Siliwangi, "Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut, dikokolotan ku budak buncireung!"
Serat Jayabaya, "bumi mekkah denna lair."
Serat Jayabaya Yogyakarta, "akedaton ing tengah-tengahing mataharam"
Uga Wangsit Siliwangi, "Naréanganana budak tumbal. sejana dék marénta tumbal.geus mariang pindah ngababakan, parindah ka Lebak Cawéné!"
Serat Jayabaya, "dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan wetane bengawan banyu."
Serat Jayabaya Yogyakarta, "Kadhatone pan kekalih, Ing Mekah ingkang satunggal, Tanah Jawi kang sawiji"
Ratu Adil lahir di daerah yang disebut bumi mekkah yaitu daerah yang bergejolak karena referendum yang dipimpin gus dur. Setelah dewasa ia pindah ke Yogyakarta, lalu pindah lagi ke Jawa Barat, dan akhirnya menetap di kaki Gunung Lawu di Ngawi, dimana ia dinyatakan berkraton dua yaitu satu di Jawa dan satu lagi di Arab. Saat itu ia telah pula menguasai dunia khilafah dunia yang ditinggal dengan kematian Imam Mahdi phase I. Ia lalu diangkat oleh masyarakat Arab sebagai Imam Mahdi phase II setelah diketahui ia adalah Isa.
Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Saya mendengar Nabi bersabda: “....Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab, “Tidak, sesungguhnya Allah telah menunjuk pemimpin lain (yaitu Imam Mahdi phase I) sebagai imam kalian. Aku bukanlah pemimpin umat ini.” Disini ia menyatakan bahwa ia bukan muslim tapi tetap menerima dijadikan Imam Mahdi, dimasa inilah terjadinya perang melawan Gog dan Magog.

Posting Komentar

Silakan ngoceh disini...