"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Tampilkan postingan dengan label Kacamataku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kacamataku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

It's Time to Move, Another Room, Another Blog.


Akhir-akhir ini saya menemukan keasyikan tersendiri di kamar yang lain. 
Jadi untuk sementara kamar ini akan masuk dalam masa hiatus. 
Saat ini saya lebih sering berinteraksi di kamar ini: http://lintasgenre.wordpress.com
Yang pasti, pemikiran-pemikiran saya masih akan tetap hidup meskipun berbeda kamar.
Salam blogging. 

Selengkapnya...

Kamis, 22 November 2012

Hilangnya Ratu Adil

Image Source
Darah membanjir. Teriakan dan tangis menjadi orkestra pesakitan menyayat hati. Tubuh-tubuh yang jiwanya terenggut paksa bergelimpang, tersebar laksana beras yang tumpah ruah ke jalan. Semuanya mencari kebenaran, semua bertanya "Dimana kebenaran?"
Masing-masing kubu berbicara mengenai hak. Tiap kepala yang berlawanan paham dan pemikiran mengukuhkan diri sebagai yang paling benar. 
Kemana perginya sang ratu adil? Saat kebenaran dan welas asih menjadi sebuah hal yang samar. Transparan, sulit terlihat dan tak tersentuh oleh nurani manusia. Saat perdebatan diakhiri dengan pembunuhan berdarah dingin. Kemana dirinya yang bisa memberikan keadilan? Semua hanya saling menatap dengan pandangan kosong.

Selengkapnya...

Minggu, 11 November 2012

11 November

Sumber Ilustrasi
Hari ini, tanggal 11 November 2012. Tanggal cantik? Bukan. Tanggal cantik sudah berlalu kemarin tanggal 10/11/2012, bertepatan dengan hari pahlawan. Mungkin kemarin banyak janur kuning menghiasi tepi jalan, mengingat tanggal cantik tersebut biasanya banyak orang yang latah memanfaatkan momentum tersebut untuk menyelenggarakan pernikahan dan acara penting lainnya. 
Tapi saya tak ingin membahas lebih lanjut tentang tanggal cantik, hari kemarin, atau hari pahlawan. 
Saya berbicara tentang 11 November.

Selengkapnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Dua Bersaudara: Mainstream & Anti-Mainstream

Sumber Ilustrasi
Tiap microchip yang tertanam di otak manusia memiliki struktur yang berbeda. Menyebabkan berbagai keberagaman pola pikir dalam melihat sesuatu. Seperti halnya beberapa orang yang mengelompokkan diri dalam dunia anti-mainstream
Apa sih anti-mainstream itu? 

Seperti hubungan antonim, kata anti lahir karena ada kata di belakang anti tersebut yang terlahir lebih dulu. Jadi, anti-mainstream itu lahir dari mainstream itu sendiri. Mainstream, secara harfiah artinya adalah "arus utama". Kita bisa membicarakan mainstream dan anti-mainstream dalam berbagai bentuk. Entah dalam bentuk dunia buku, lukisan, pergaulan, film, musik, industri hiburan, fashion, acara televisi dan lain sebagainya.

Orang yang menggolongkan diri mereka ke dalam anti-mainstream cenderung tidak menyukai sebuah hal yang statis, umum, biasa dan sudah dipakai banyak orang. Mereka menyukai hal-hal yang berlawanan dengan semua hal "biasa". Mereka menyukai perbedaan, keberagaman, kelangkaan, keanehan, keganjilan. Mereka memilih sebuah pemikiran yang sering keluar dari jalur pemikiran orang lain. Mereka melihat sesuatu dari kacamata yang berbeda dengan orang pada umumnya. Mereka menyukai hal baru. Mereka menyukai perubahan. Mereka menyukai berdiri dengan kaki di kepala dan kepala di kaki.  

Selengkapnya...

Rabu, 10 Oktober 2012

Sebuah Perdebatan

Sumber Ilustrasi
Terkadang, ada beberapa orang yang menyukai perdebatan. Sengaja memancing beberapa hal yang memicu orang lain untuk memberikan argumen perlawanan. Lalu sang pemancing pun menikmati perdebatan tersebut, bukan untuk menemukan solusi. Tapi hanya untuk memutar balikkan logika yang memancing emosi lawan. Mempertahankan argumen awal yang dia sampaikan dengan berbagai macam cara yang terkadang hanya merupakan akal-akalan dan permainan dari serangkaian fakta yang dia kumpulkan. Bahkan kadang tidak perlu sebuah fakta yang riil, cukup dengan beberapa kumpulan quote dari beberapa cendekiawan yang akan membuat lawan terperangah dan semakin kesal karena rupanya kita lebih cerdik dari dia.

Saya sendiri terkadang pernah memerankan sosok antagonis seperti itu dalam sebuah perdebatan. Perdebatan yang pada ujungnya hanya membuat permusuhan ideologi. Perdebatan yang lebih mirip debat antara kusir yang beradu argumen berdasarkan emosi mereka, bukan berdasarkan akal dan kecerdasan mereka. 

Selengkapnya...

Selasa, 09 Oktober 2012

Batik dan Masyarakat Latah

Sumber Gambar
Beberapa hari lalu kita sama-sama tahu, rakyat Indonesia memperingati Hari Batik Indonesia. Di hari itu saya dapat dengan mudah menemukan orang-orang yang "latah" memakai batik. Seolah batik adalah baju kebesaran yang harus dipakai di hari itu. Jika tidak memakainya maka akan membuat diri menjadi minder dan dibilang "Ga gaul lo! Lo ga mau memakai produk asli Indonesia?! Lo ga ikut melestarikan budaya Indonesia!"

Saya sendiri malah menjadi golongan yang tidak memakai baju batik di hari itu. Why?! Apakah itu berarti saya tidak mencintai budaya Indonesia?!
Saya hanya bingung, apakah saya harus memaksakan diri memakai baju batik? Sedangkan semua baju batik saya di hari itu berada di tempat penampungan cucian saya. Mungkin saya salah karena terlalu seringnya memakai baju batik di hari-hari "biasa". Seharusnya saya memakai batik di hari Jum'at atau saat kondangan saja. Sehingga saat ada hari "Besar" seperti Hari Batik Indonesia, saya bisa memakainya dengan bangga dan memamerkannya ke seluruh orang. "Ini lho!! Gue cinta budaya Indonesia. Gue cinta produk asli Indonesia. Gue cinta Batik."

Selengkapnya...

Kamis, 30 Agustus 2012

Waktu : Sang Pembunuh


Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. 
Itulah kalimat yang memenuhi inbox HP, timeline twitter, notiffication facebook saya selama beberapa hari pasca Sholat Idul Fitri tahun ini.
Bagi saya, suasana Ramadhan tahun ini kesannya tidak jauh berbeda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Sensasi Puasa selama 29 hari. Bertemu keluarga besar di kampung halaman. Bertemu kawan-kawan lama di kampung halaman. Senyum, tawa, canda yang sanggup meluruhkan beberapa jaring laba-laba yang ada di kepala. Jaring-jaring kepenatan dan kebosanan dengan berbagai hal monoton yang terjadi di hidup saya selama perantauan. Pagi kerja, malam kuliah, tengah malam mengerjakan tugas, dini hari maen game. Semuanya berjalan seperti grafik cartesius y=1. Tak naik dan tak juga turun, stabil tapi membosankan. 
Itulah kenapa ada beberapa orang yang sering berganti-ganti pekerjaan. Ada juga yang tidak suka kerja di depan desktop dan duduk manis tiap harinya, lebih menyukai kerja langsung di lapangan. 

Selengkapnya...

Jumat, 01 Juni 2012

Syuhada' di Sekitar Kita


Tepat satu minggu telah berlalu sejak terjadinya sebuah tragedi di tempat saya bekerja sekaligus menuntut ilmu. Tanggal 25 Mei 2012, tidak seperti di hari-hari biasanya di Kota Hujan, saat itu matahari bersinar cerah dan tak ada tanda-tanda akan hujan di sore hari. Memang, hujan di sore hari sering sekali menjadi pemandangan akrab yang menyapa saya saat penghujung senja selama tinggal di Bogor. 

Selengkapnya...

Minggu, 13 Mei 2012

In Her/His Shoes


Beberapa waktu lalu, saya teringat dengan sebuah kalimat dari salah satu dosen favorit saya.  Kurang lebih beginilah kalimatnya,
"Terkadang cobalah untuk berdiri di atas sepatu mereka."

Kalimat tersebut saat itu meluncur dari mulut beliau dikarenakan saat pertemuan kuliah hari itu, kami (baca:mahasiswa) sempat membuat kesal Bu Dosen. Tentu saja, karena dari 100% mahasiswa, tidak sampai 10% yang mengerjakan tugas yang diberikan beliau sekitar 3 hari yang lalu. Bu Dosen sempat kelihatan "mengambek" sebentar. Tapi beberapa menit kemudian, dengan bijaknya dia kembali tersenyum pada kami dan mencoba memahami kondisi kami. 

Selengkapnya...

"A True Gentleman Never Leave His Lady"


Tanggal 7 Mei 2012 adalah salah satu hari yang berhasil membuat saya melonjak kegirangan di depan notebook kesayangan saya. Setelah menyaksikan pertandingan ke-37 Juventus di musim ini via streaming, akhirnya saat yang sudah saya nanti-nanti selama kurang lebih 6 tahun datang juga.

Selengkapnya...

Minggu, 15 April 2012

Kisah tentang anak muda dan budaya negeri ini


Suatu malam saya menonton OVJ di TV kosan. Acara slapstick comedy yang berbalut tema opera sabun berbumbu suasana tradisional dengan gamelan sebagai pengiring musiknya. Saya teringat akan satu kisah saat SMA dulu. Bukan acara banyolannya yang jadi momen pengingat kenangan itu, tapi momen saat para pemain gamelan yang jadi pengiring musik OVJ memainkan instrumentnya.
Saya teringat saat kelas 1 SMA, menjadi salah satu dari para siswa pioneer yang mengikuti sebuah ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler yang saat itu dipandang sebelah mata oleh banyak siswa lainnya. Yaitu : Karawitan.

Selengkapnya...

Minggu, 08 April 2012

Not Searching for Identity, But Create It!!

Seperti biasanya, saya adalah blogger pemalas yang tidak rajin mengisi postingan di blog miliknya. Tapi saya bukanlah blogger yang menelantarkan blognya. Memang tidak banyak yang membaca blog saya, tapi sebuah kesetiaan terhadap sesuatu itu memiliki harga yang tak bisa ditebus apapun. Dan blog ini telah menemani saya dalam berbagai fase naik-turun hidup saya selama kurang lebih 4 tahun masa hidup blog ini. Seperti kisah seorang Alessandro Del Piero yang setia membela Juventus dari tahun 1993 sampai 2012 sekarang. Oh ya, saya memang Juventini, jadi kisah dan sosok Sang Kapten Juventus adalah salah satu inspirator hidup saya.

Ketika saya membuka kembali beberapa arsip tulisan-tulisan saya dari 4 tahun lalu, saya seakan menemukan sebuah potret kejiwaan seorang manusia dari perubahan-perubahan gaya tulisannya.
Mulai dari tulisan seseorang yang labil dan belum punya jati diri, hingga sampai sekarang seseorang yang mulai membangun jati diri dan idealismenya sendiri.

Saya memang kurang setuju dengan kalimat "Gue sedang mencari jati diri gue!"
Bagi saya, seperti kata salah satu teman idealis saya. Kalimat yang tepat untuk menjadi seorang manusia sejati adalah "Gue ga ingin mencari jati diri gue. Gue ingin menciptakan jati diri gue!"
Yah!! Menciptakan, bukan hanya mencari. Dengan begitu saya akan memiliki pribadi sendiri tanpa tergantung dengan pribadi orang lain, tanpa harus mem-plagiat jati diri orang lain. Kalau dalam buku The Alchemist karya Paulo Coelho, beginilah kata dia, "Ciptakanlah Legenda Pribadimu!!"


Untuk menutup tulisan hari ini, saya sengaja memasang sebuah cover dari buku antologi cerpen yang kebetulan ada nama saya tercantum di covernya. Buku antologi ini adalah karya para penulis di sebuah komunitas bernama IWU(Indonesian Writers University) .Salah satu karya saya berjudul "Mozaik Terakhir" masuk ke dalamnya bersama karya kawan-kawan komunitas IWU lainnya. Antologi cerpen ini didedikasikan untuk para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), sebagai bentuk apresiasi saat beberapa bulan lalu diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Selengkapnya...

Minggu, 22 Januari 2012

Padamu Negeri, Kami Korupsi

Artikel singkat untuk hari ini adalah ?

Jamban Keren
Tentu saja kita sebagai warga negara yang "baik" dan "berbakti" pada Ibu pertiwi tahu lagu ini :
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Lihatlah dengan kacamatamu kawan...
Sampai tahun ini, bulan ini, hari ini, detik ini, apakah ada di antara dirimu yang sudah mengamalkan lagu diatas ? 
Klik Untuk Memperbesar Gambar
P.S : Pertanyaan di atas saya tujukan untuk kawan-kawan selain para anggota Dewan Pemeras Rakyat (DPR).
Karena untuk kawan-kawan yang duduk di kursi "empuk" DPR tak akan mampu menjawab pertanyaan "sesulit" itu. Hanya akan menambah dosa-dosa kebohongan mereka jika mereka menjawab "Tentu saja sudah !!".

Selengkapnya...

Jumat, 13 Januari 2012

LUCU-nya Marissa Haque

Entah cerita yg saya tulis ini sudah kadaluarsa atau tidak ,

tapi hari ini jari saya gatal untuk menulis sedikit uneg-uneg di kepala saya beberapa hari ini. Yahh, hitung-hitung sebagai artikel pembukaan tahun 2012 , hehe

Kali ini kacamata saya menangkap sebuah ketidaknormalan perilaku salah satu tokoh di dunia entertainment negeri ini. Sebut saja namanya Marissa Haque. Loh ? itu mah emang nama asli ya ? wkwkwk
Ada apa dengan Marissa Haque ?
Sebenarnya saya tidak tertarik dengan tetek bengek dunia entertainment yang penuh dengan manusia-manusia bertopeng kebenaran.
Tapi khusus untuk perkara kali ini melibatkan "kode etik" blogger, dan sebagai blogger yg memiliki blog berusia 4 tahun (masih Balita, hehe), saya tak mampu menahan kegatalan saya untuk tidak turut menuangkan sedikit "kegelian" pada perkara ini.

Langsung saja saya buka dengan sinopsis "singkat" dari saya :

Selengkapnya...

Senin, 05 Desember 2011

Armada Racun dan AMERIKA-nya

Hai Sobat,
bingung neh mau ngeposting apa di awal Desember ini.
Dua kata yg bisa mendefinisikan situasi dan kondisi saya di tengah malam seperti saat ini adalah "Suntuk" dan "Gajebo".
Jadi iseng-iseng saya ingin memposting sebuah video klip sebuah Band Indie bernama Armada Racun.
Apakah kawan sudah ada yang pernah mendengar Band ini ??
Apakah sudah ada yg mengenal lagu-lagu mereka ??
Saya pertama kali tahu tentang Band ini saat beberapa waktu lalu kawan saya yang idealis menunjukkan sebuah video klip koleksinya. Dan video klip yang ditunjukkan pada saya adalah sebuah video klip dari salah satu single Armada Racun yang ber-title "AMERIKA".
Sobat Penasaran ??
Tanpa banyak berceloteh lagi,
langsung saja lihat dan resapi video klip "AMERIKA" buah karya Armada Racun yang NYELENEH ini.


Apa yang sobat tangkap dari video klip di atas ??
Merasakan Hati yang tersayat-sayat dengan cibiran-cibiran "tak langsung" dalam video klip itu ?? hahaha
Sindiran-sindiran pedas yang kental dengan Rasa Nasionalis dari Armada Racun berhasil membuka mata saya dengan segala hal berbau AMERIKA yang mengurung kehidupan saya dan bangsa kita selama ini.
Dari segi lagu memang tidak enak didengar.
ya, mungkin bagi para manusia idealis dan surealis, Lagu ini memiliki melodi yang indah.
Tapi, satu hal pasti yang saya terjemahkan dari Lagu dan Video Klip ini adalah Penjelasan Sederhana tentang sebuah Nasionalisme dan Patriotisme bangsa ini yang mulai luntur oleh olesan-olesan Cat "berwarna Amerika".

Sobat, coba lihat dengan Kacamatamu,
Apakah sudah ada Barang / Produk / Acara TV / Lagu / Novel / Buku / Komputer / Laptop / Mobil / Motor,dll di rumahmu yang memiliki label "MADE IN INDONESIA" ??

Selengkapnya...

Sabtu, 26 November 2011

Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru

Hai sobat,
Mungkin sudah lewat hampir 2 hari buat saya mengucapkan kalimat "Selamat Hari Guru".
Tapi ga akan pernah lewat sedetikpun di dalam hati saya bergema kalimat "Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru". Selalu terukir dan terpatri kuat segala Ilmu, Ideologi dan Pandangan Hidup yang telah Kalian ajarkan pada saya. Hingga membentuk sebuah prototipe manusia berkacamata dengan segala pikiran dan idealismenya seperti saya saat ini.
Sumber Gambar
Terima Kasih,... sekali lagi Terima Kasih , dan untuk beribu-ribu kalinya saya akan selalu berterima kasih pada Kalian Pak Guru dan Bu Guruku. :-)





Dan saya teringat pada sebuah quote salah seorang Guru saya saat SMA, saat itu beliau berkata :

Selengkapnya...

Kamis, 17 November 2011

Lomografi, Don't Think Just Shoot !!

Beberapa hari ini pikiran saya tersita dengan sebuah Novel yang saya dapat dari sebuah acara obral buku gramedia dengan harga "hanya" Rp 5.000 ...
Ya, novel ini memang tidak terlalu laris sehingga stocknya masih ada dan dijual di cuci gudang gramedia beberapa waktu lalu.

Saya iseng2 mengambilnya saat itu , maklum lah ekonomi anak kosan yg pas pasan melihat sebuah novel harga Rp 5.000 langsung aja gatel ni tangan. :D

Tapi jangan lihat dari harga dan cover yg sederhana, sungguh saya dibuat masuk ke dalam dunia sang penulis saat menikmati novel ini. Dunia yg sebenarnya penuh dengan sindiran-sindiran pedas kehidupan manusia urban di kota metropolitan, penuh dengan cacian dan rasa depresi yang kelam. Tapi disisipi dengan segelumit warna kreativitas dan "sense of art" yang idealis dari Sang Penulis.


Memang biasanya Novel Idealis kaya' gini jarang banget laku di pasaran kalau nama penulisnya belum beken di khalayak umum. Tapi untung saja ini bukan Novel pasaran yang gampang laku, kalau udah habis terjual pasti saya ga bakal bisa dapet  nih Novel dengan harga 1 piring Nasi + Sayur + Telor ini ... :D

Judul novel itu adalah BIDIK. Karya Nugroho Nurarifin.
ini snapshot dari HP bapuk saya :
Sampul Depan
Sampul Belakang

Ada satu hal menarik yang saya sorot dari Novel itu. Yaitu kegemaran sang tokoh utama dalam novel itu terhadap Lomografi.

Tiba-tiba kata Lomografi itu sendiri menjadi sebuah kata yang menarik diri saya utk mencoba mengenal lebih dekat "dirinya".

Coba saja sobat cari di mbah google, sudah banyak referensi tentang Lomografi itu sendiri yang bisa sobat baca. Jadi, saya tak perlu Copy Paste lagi infonya, terlalu menghabiskan halaman untuk artikel saya ini (bilang aja emg males nulis)  :p

Saya petik sebuah "peraturan absurd" dari Lomografi itu sendiri.

Selengkapnya...

Minggu, 13 November 2011

MAICIH Yang Membuat Ter"ICIH ICIH"

Hai sob, kita berjumpa lagi dalam dunia kecil lelaki berkacamata minus ini.
yahh walaupun penglihatan minus, tapi saya selalu mencoba menanamkan cara berpikir positif dalam melihat hidup sederhana ini. (^_^)

Saya ga akan membahas tentang fasilitas SEAGAMES 2011 yg carut marut dan kemenangan beruntun timnas INDONESIA U-23 yang akhir2 ni menjadi Euforia. Saya juga ga akan membahas tentang Bulan November yang basah karena Hujan terus mengguyur daerah Jabotabek dan sekitarnya. Atau mungkin "cara memperingati" Hari Pahlawan. Karena hal-hal itu sudah pasti banyak di blow-up di berbagai media Bulan ini.

Kali ini kacamata saya melihat sebuah fenomena dari keripik pedas yang mengusung nama "MAICIH".
Cukup basi juga saya baru menulis tentang MAICIH hari ini. Karena sebenarnya udah cukup lama sekitar 1 tahun-an MAICIH  ini melanglang buana.
Apa yg unik dari MAICIH ?? kenapa begitu banyak penggemarnya ?
"banyak penggemar" ? yah, cukup saya jelaskan lewat gambar di bawah ini ,
snapshot dari twitter MAICIH yaitu @infomaicih :

dengan melihat jumlah follower-nya saya rasa kalian sudah tahu kenapa sebabnya saya bilang "banyak penggemar", hehe
satu inovasi unik saya suka dari MAICIH ini adalah cara pemasarannya ke publik.
Mereka tidak memerlukan sebuah toko / bangunan permanen utk memasarkan produknya.

Selengkapnya...

Jumat, 07 Oktober 2011

Pangrango Plasa Yang Terbuang

Setiap pagi saat berangkat kerja , saya sering melintasi sebuah bangunan besar tak terurus yg berdiri tegak di salah satu sudut kota Bogor di Jalan Pajajaran.
Tulisan Pangrango Plasa masih terukir di atas bangunan tersebut.
Bagi yg udah lama bermukim di Kota Hujan ini, pasti tahu sejarah kelam Mall ini , 
mulai dari predikat sebagai Mall terbesar dan teramai di Bogor hingga kisah kebakaran yg melandanya saat masih bernama Plasa Internusa, yg kemudian dibangun ulang lagi menjadi Mall baru bernama Pangrango Plasa. 
Tapi sayang sekali episode terakhir kisah Pangrango Plasa kini adalah ending yg tragis.
Dimulai dari munculnya Mall-mall baru lain seperti BTM (Bogor Trade Mall) dan Botani Square yg memiliki berbagai fasilitas yg lebih wah daripada Pangrango Plasa. Membuat magnet Pangrango Plasa mulai lemah.
Masyarakat lebih memilih ke Botani dan BTM sebagai tempat persinggahan melepas penat, terutama di akhir minggu.

Kemudian harga sewa kios di Pangrango Plasa yg tinggi menyebabkan hanya sedikit kios yg terisi di dalamnya. Dan sedikit demi sedikit mulai berpindah lapak.
Sebenarnya masih ada daya tarik di Pangrango Plasa saat menjelang akhir masa hidupnya, yaitu Giant sebagai tempat perbelanjaan, sangat bermanfaat terutama utk saya yg notabene kos di daerah malabar (daerah di belakang Pangrango Plasa).
selain itu ada tempat bilyar LC dan lapangan futsal di lantai paling atas yg masih ramai.
Tapi, sepertinya ketiga spot terakhir tersebut juga akhirnya mengibarkan bendera putih.

Dan hingga kini sosok besar Pangrango Plasa yg terbuang masih tidak jelas nasibnya.
Apakah benar-benar memang sang pemilik "raksasa tidur" ini sudah bangkrut dengan banyak hutang atau entah bagaimana, tapi yg pasti Pangrango Plasa telah menjadi salah satu Urban Legend di Kota Hujan.   

Berikut ini adalah beberapa potret kondisi terakhir Pangrango Plasa sejak 2 tahun kosong tak berpenghuni.
Saya ambil dengan kamera hp sendiri beberapa hari lalu.

Perhatikan baik-baik photo di bawah, di pagi hari ada yg memanfaatkan lahan parkir basement-nya jadi tempat menaruh sangkar burung para pemelihara burung .. hahaha
Ide yg bagus menempatkan burung-burung di situ , karena tempatnya memang tinggi dan terbuka, udara juga lebih segar. Burung dijamin ga gampang stress, jadi sering berkicau... harga jualnya nanti pun ga rendah. (pengalaman melihara burung ni yee ?? hehe)
Sebuah ide cerdas,...tapi sungguh ironis untuk mall ini.



Selengkapnya...

Jumat, 16 September 2011

Kancil (Bukan) Si Pencuri Timun

Sebelumnya saya ingin mengucapkan :
Minal Aidzin Wal Faidzin , Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada segenap kawan-kawan pembaca blog aneh saya ini ... :-)
* Telat 2 minggu ngucapinnya , Hahaha.... gpp, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :-D
Prinsip Ironis Manusia Indonesia banget tuh !!

Hmmm....dari hari ke hari rasa malas untuk menulis yg menggerogoti pikiran saya semakin akut ..
itulah sebabnya ribuan inspirasi dan ide dalam kepala hanya tertimbun rapat-rapat dalam pemakaman kreativitas karena tak tersalurkan melalui tarian jari-jari lentik saya di atas keyboard... #HaaaiiiiyyyaaahhhLebay

Sekarang saya tak mau ber-panjang lebar nulis , kesempatan kali ini saya hanya ingin menunjukkan petikan dialog singkat saya dan dua teman saya di sebuah social network Made in Google beberapa waktu lalu.
Berikut adalah update status teman saya yg kemudian dikomentari oleh saya dan teman saya yg lain.

Selengkapnya...