"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Senin, 05 Desember 2011

Armada Racun dan AMERIKA-nya

Hai Sobat,
bingung neh mau ngeposting apa di awal Desember ini.
Dua kata yg bisa mendefinisikan situasi dan kondisi saya di tengah malam seperti saat ini adalah "Suntuk" dan "Gajebo".
Jadi iseng-iseng saya ingin memposting sebuah video klip sebuah Band Indie bernama Armada Racun.
Apakah kawan sudah ada yang pernah mendengar Band ini ??
Apakah sudah ada yg mengenal lagu-lagu mereka ??
Saya pertama kali tahu tentang Band ini saat beberapa waktu lalu kawan saya yang idealis menunjukkan sebuah video klip koleksinya. Dan video klip yang ditunjukkan pada saya adalah sebuah video klip dari salah satu single Armada Racun yang ber-title "AMERIKA".
Sobat Penasaran ??
Tanpa banyak berceloteh lagi,
langsung saja lihat dan resapi video klip "AMERIKA" buah karya Armada Racun yang NYELENEH ini.


Apa yang sobat tangkap dari video klip di atas ??
Merasakan Hati yang tersayat-sayat dengan cibiran-cibiran "tak langsung" dalam video klip itu ?? hahaha
Sindiran-sindiran pedas yang kental dengan Rasa Nasionalis dari Armada Racun berhasil membuka mata saya dengan segala hal berbau AMERIKA yang mengurung kehidupan saya dan bangsa kita selama ini.
Dari segi lagu memang tidak enak didengar.
ya, mungkin bagi para manusia idealis dan surealis, Lagu ini memiliki melodi yang indah.
Tapi, satu hal pasti yang saya terjemahkan dari Lagu dan Video Klip ini adalah Penjelasan Sederhana tentang sebuah Nasionalisme dan Patriotisme bangsa ini yang mulai luntur oleh olesan-olesan Cat "berwarna Amerika".

Sobat, coba lihat dengan Kacamatamu,
Apakah sudah ada Barang / Produk / Acara TV / Lagu / Novel / Buku / Komputer / Laptop / Mobil / Motor,dll di rumahmu yang memiliki label "MADE IN INDONESIA" ??

Selengkapnya...

Sabtu, 26 November 2011

Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru

Hai sobat,
Mungkin sudah lewat hampir 2 hari buat saya mengucapkan kalimat "Selamat Hari Guru".
Tapi ga akan pernah lewat sedetikpun di dalam hati saya bergema kalimat "Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru". Selalu terukir dan terpatri kuat segala Ilmu, Ideologi dan Pandangan Hidup yang telah Kalian ajarkan pada saya. Hingga membentuk sebuah prototipe manusia berkacamata dengan segala pikiran dan idealismenya seperti saya saat ini.
Sumber Gambar
Terima Kasih,... sekali lagi Terima Kasih , dan untuk beribu-ribu kalinya saya akan selalu berterima kasih pada Kalian Pak Guru dan Bu Guruku. :-)





Dan saya teringat pada sebuah quote salah seorang Guru saya saat SMA, saat itu beliau berkata :

Selengkapnya...

Kamis, 17 November 2011

Lomografi, Don't Think Just Shoot !!

Beberapa hari ini pikiran saya tersita dengan sebuah Novel yang saya dapat dari sebuah acara obral buku gramedia dengan harga "hanya" Rp 5.000 ...
Ya, novel ini memang tidak terlalu laris sehingga stocknya masih ada dan dijual di cuci gudang gramedia beberapa waktu lalu.

Saya iseng2 mengambilnya saat itu , maklum lah ekonomi anak kosan yg pas pasan melihat sebuah novel harga Rp 5.000 langsung aja gatel ni tangan. :D

Tapi jangan lihat dari harga dan cover yg sederhana, sungguh saya dibuat masuk ke dalam dunia sang penulis saat menikmati novel ini. Dunia yg sebenarnya penuh dengan sindiran-sindiran pedas kehidupan manusia urban di kota metropolitan, penuh dengan cacian dan rasa depresi yang kelam. Tapi disisipi dengan segelumit warna kreativitas dan "sense of art" yang idealis dari Sang Penulis.


Memang biasanya Novel Idealis kaya' gini jarang banget laku di pasaran kalau nama penulisnya belum beken di khalayak umum. Tapi untung saja ini bukan Novel pasaran yang gampang laku, kalau udah habis terjual pasti saya ga bakal bisa dapet  nih Novel dengan harga 1 piring Nasi + Sayur + Telor ini ... :D

Judul novel itu adalah BIDIK. Karya Nugroho Nurarifin.
ini snapshot dari HP bapuk saya :
Sampul Depan
Sampul Belakang

Ada satu hal menarik yang saya sorot dari Novel itu. Yaitu kegemaran sang tokoh utama dalam novel itu terhadap Lomografi.

Tiba-tiba kata Lomografi itu sendiri menjadi sebuah kata yang menarik diri saya utk mencoba mengenal lebih dekat "dirinya".

Coba saja sobat cari di mbah google, sudah banyak referensi tentang Lomografi itu sendiri yang bisa sobat baca. Jadi, saya tak perlu Copy Paste lagi infonya, terlalu menghabiskan halaman untuk artikel saya ini (bilang aja emg males nulis)  :p

Saya petik sebuah "peraturan absurd" dari Lomografi itu sendiri.

Selengkapnya...

Minggu, 13 November 2011

MAICIH Yang Membuat Ter"ICIH ICIH"

Hai sob, kita berjumpa lagi dalam dunia kecil lelaki berkacamata minus ini.
yahh walaupun penglihatan minus, tapi saya selalu mencoba menanamkan cara berpikir positif dalam melihat hidup sederhana ini. (^_^)

Saya ga akan membahas tentang fasilitas SEAGAMES 2011 yg carut marut dan kemenangan beruntun timnas INDONESIA U-23 yang akhir2 ni menjadi Euforia. Saya juga ga akan membahas tentang Bulan November yang basah karena Hujan terus mengguyur daerah Jabotabek dan sekitarnya. Atau mungkin "cara memperingati" Hari Pahlawan. Karena hal-hal itu sudah pasti banyak di blow-up di berbagai media Bulan ini.

Kali ini kacamata saya melihat sebuah fenomena dari keripik pedas yang mengusung nama "MAICIH".
Cukup basi juga saya baru menulis tentang MAICIH hari ini. Karena sebenarnya udah cukup lama sekitar 1 tahun-an MAICIH  ini melanglang buana.
Apa yg unik dari MAICIH ?? kenapa begitu banyak penggemarnya ?
"banyak penggemar" ? yah, cukup saya jelaskan lewat gambar di bawah ini ,
snapshot dari twitter MAICIH yaitu @infomaicih :

dengan melihat jumlah follower-nya saya rasa kalian sudah tahu kenapa sebabnya saya bilang "banyak penggemar", hehe
satu inovasi unik saya suka dari MAICIH ini adalah cara pemasarannya ke publik.
Mereka tidak memerlukan sebuah toko / bangunan permanen utk memasarkan produknya.

Selengkapnya...

Jumat, 07 Oktober 2011

Pangrango Plasa Yang Terbuang

Setiap pagi saat berangkat kerja , saya sering melintasi sebuah bangunan besar tak terurus yg berdiri tegak di salah satu sudut kota Bogor di Jalan Pajajaran.
Tulisan Pangrango Plasa masih terukir di atas bangunan tersebut.
Bagi yg udah lama bermukim di Kota Hujan ini, pasti tahu sejarah kelam Mall ini , 
mulai dari predikat sebagai Mall terbesar dan teramai di Bogor hingga kisah kebakaran yg melandanya saat masih bernama Plasa Internusa, yg kemudian dibangun ulang lagi menjadi Mall baru bernama Pangrango Plasa. 
Tapi sayang sekali episode terakhir kisah Pangrango Plasa kini adalah ending yg tragis.
Dimulai dari munculnya Mall-mall baru lain seperti BTM (Bogor Trade Mall) dan Botani Square yg memiliki berbagai fasilitas yg lebih wah daripada Pangrango Plasa. Membuat magnet Pangrango Plasa mulai lemah.
Masyarakat lebih memilih ke Botani dan BTM sebagai tempat persinggahan melepas penat, terutama di akhir minggu.

Kemudian harga sewa kios di Pangrango Plasa yg tinggi menyebabkan hanya sedikit kios yg terisi di dalamnya. Dan sedikit demi sedikit mulai berpindah lapak.
Sebenarnya masih ada daya tarik di Pangrango Plasa saat menjelang akhir masa hidupnya, yaitu Giant sebagai tempat perbelanjaan, sangat bermanfaat terutama utk saya yg notabene kos di daerah malabar (daerah di belakang Pangrango Plasa).
selain itu ada tempat bilyar LC dan lapangan futsal di lantai paling atas yg masih ramai.
Tapi, sepertinya ketiga spot terakhir tersebut juga akhirnya mengibarkan bendera putih.

Dan hingga kini sosok besar Pangrango Plasa yg terbuang masih tidak jelas nasibnya.
Apakah benar-benar memang sang pemilik "raksasa tidur" ini sudah bangkrut dengan banyak hutang atau entah bagaimana, tapi yg pasti Pangrango Plasa telah menjadi salah satu Urban Legend di Kota Hujan.   

Berikut ini adalah beberapa potret kondisi terakhir Pangrango Plasa sejak 2 tahun kosong tak berpenghuni.
Saya ambil dengan kamera hp sendiri beberapa hari lalu.

Perhatikan baik-baik photo di bawah, di pagi hari ada yg memanfaatkan lahan parkir basement-nya jadi tempat menaruh sangkar burung para pemelihara burung .. hahaha
Ide yg bagus menempatkan burung-burung di situ , karena tempatnya memang tinggi dan terbuka, udara juga lebih segar. Burung dijamin ga gampang stress, jadi sering berkicau... harga jualnya nanti pun ga rendah. (pengalaman melihara burung ni yee ?? hehe)
Sebuah ide cerdas,...tapi sungguh ironis untuk mall ini.



Selengkapnya...