"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Rabu, 10 Oktober 2012

Sebuah Perdebatan

Sumber Ilustrasi
Terkadang, ada beberapa orang yang menyukai perdebatan. Sengaja memancing beberapa hal yang memicu orang lain untuk memberikan argumen perlawanan. Lalu sang pemancing pun menikmati perdebatan tersebut, bukan untuk menemukan solusi. Tapi hanya untuk memutar balikkan logika yang memancing emosi lawan. Mempertahankan argumen awal yang dia sampaikan dengan berbagai macam cara yang terkadang hanya merupakan akal-akalan dan permainan dari serangkaian fakta yang dia kumpulkan. Bahkan kadang tidak perlu sebuah fakta yang riil, cukup dengan beberapa kumpulan quote dari beberapa cendekiawan yang akan membuat lawan terperangah dan semakin kesal karena rupanya kita lebih cerdik dari dia.

Saya sendiri terkadang pernah memerankan sosok antagonis seperti itu dalam sebuah perdebatan. Perdebatan yang pada ujungnya hanya membuat permusuhan ideologi. Perdebatan yang lebih mirip debat antara kusir yang beradu argumen berdasarkan emosi mereka, bukan berdasarkan akal dan kecerdasan mereka. 

Selengkapnya...

Selasa, 09 Oktober 2012

Batik dan Masyarakat Latah

Sumber Gambar
Beberapa hari lalu kita sama-sama tahu, rakyat Indonesia memperingati Hari Batik Indonesia. Di hari itu saya dapat dengan mudah menemukan orang-orang yang "latah" memakai batik. Seolah batik adalah baju kebesaran yang harus dipakai di hari itu. Jika tidak memakainya maka akan membuat diri menjadi minder dan dibilang "Ga gaul lo! Lo ga mau memakai produk asli Indonesia?! Lo ga ikut melestarikan budaya Indonesia!"

Saya sendiri malah menjadi golongan yang tidak memakai baju batik di hari itu. Why?! Apakah itu berarti saya tidak mencintai budaya Indonesia?!
Saya hanya bingung, apakah saya harus memaksakan diri memakai baju batik? Sedangkan semua baju batik saya di hari itu berada di tempat penampungan cucian saya. Mungkin saya salah karena terlalu seringnya memakai baju batik di hari-hari "biasa". Seharusnya saya memakai batik di hari Jum'at atau saat kondangan saja. Sehingga saat ada hari "Besar" seperti Hari Batik Indonesia, saya bisa memakainya dengan bangga dan memamerkannya ke seluruh orang. "Ini lho!! Gue cinta budaya Indonesia. Gue cinta produk asli Indonesia. Gue cinta Batik."

Selengkapnya...

Minggu, 30 September 2012

Muara Angke, Muara Sampah?

Beberapa saat lalu saya bersama beberapa kawan melakukan perjalanan ke Pulau Tidung yang merupakan salah satu anggota gugusan Kepulauan Seribu yang ada di Jawa Barat.
Untuk menuju Pulau Tidung kami harus menaiki Kapal penyeberangan dari pelabuhan Muara Angke.
Mood kami yang awalnya ceria untuk beberapa saat sempat dinaungi awan kelam. Karena kurang terkoordinasinya pihak travelling agent yang mengatur jadwal keberangkatan kami dengan crew kapal yang akan digunakan untuk penyeberangan. Alhasil pemberangkatan kami terpaksa mengalami delay.

Yah, maklum lah saat itu memang kami memilih hari keberangkatan yang bertepatan dengan liburan sekolah. Tentu saja jangan berharap pelabuhan Muara Angke saat itu sepi dari manusia. Lautan manusia yang bernasib sama dengan kami tumpah ruah dalam keletihan. 
Nah, di Muara Angke saya pun mengambil beberapa gambar, yang merupakan potret ironis dari negeri ini. 

Selengkapnya...

Sabtu, 15 September 2012

Snapshot: Laughing All The Way


Begitu banyak kisah menyedihkan di negeri ini.
Lalu kenapa kita harus murung?
Bukankah semua hal itu lucu?
Bukankah semua hal itu bisa membuat kita tertawa?
Menertawakan segala dagelan dan tingkah polah para pelawak kehidupan.
Tak ada yang lebih menyedihkan dari manusia yang hidup, 
selain putusnya saraf yang membuat dia bisa tertawa.

Snapshot from My Friend's Book.

Selengkapnya...

Kamis, 30 Agustus 2012

Waktu : Sang Pembunuh


Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. 
Itulah kalimat yang memenuhi inbox HP, timeline twitter, notiffication facebook saya selama beberapa hari pasca Sholat Idul Fitri tahun ini.
Bagi saya, suasana Ramadhan tahun ini kesannya tidak jauh berbeda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Sensasi Puasa selama 29 hari. Bertemu keluarga besar di kampung halaman. Bertemu kawan-kawan lama di kampung halaman. Senyum, tawa, canda yang sanggup meluruhkan beberapa jaring laba-laba yang ada di kepala. Jaring-jaring kepenatan dan kebosanan dengan berbagai hal monoton yang terjadi di hidup saya selama perantauan. Pagi kerja, malam kuliah, tengah malam mengerjakan tugas, dini hari maen game. Semuanya berjalan seperti grafik cartesius y=1. Tak naik dan tak juga turun, stabil tapi membosankan. 
Itulah kenapa ada beberapa orang yang sering berganti-ganti pekerjaan. Ada juga yang tidak suka kerja di depan desktop dan duduk manis tiap harinya, lebih menyukai kerja langsung di lapangan. 

Selengkapnya...