"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Jumat, 03 April 2009

Tentang LiLo Slackware,...

yaaa,...akhir-akhir ini sepertinya kehidupan saya masih ga jauh-jauh dengan Linux,..
kali ini saya mau membahas tentang Linux Loader dari Linux Slackware,..yaaa,.distro Linux yg satu ini memang termasuk salah satu distro "sesepuh" linux,...yaaa,.dia termasuk sejajar ama Red Hat, Debian, Knoppix, dkk...yg sekarang mulai rada' jarang bisa kita temui CD / DVD distronya,..karena memang Slackware dkk itu termasuk distro "mbah buyut" dari distro2 Linux zaman sekarang,...Kamu pasti mengerti apa yg saya maksud dengan "mbah buyut" disini khan?? he..he..

Yaa,..kita langsung to the point aja ah,..
Tidak seperti distro zaman sekarang,..yg cara instalasinya sudah sangat mudah dan simple,..langsung bisa kita gunakan,.
Slackware memiliki tahap instalasi yang rada' ribet plus membingungkan,.karena begitu banyak opsi-opsinya,...
makanya setelah iseng-iseng dan ngobrak-abrik tong "sampah",..he..hee..
ada beberapa potongan informasi yg saya kumpulkan,...mengenai penjelasan-penjelasan opsinya,..
dalam artikel kali ini saya cuma berbicara dalam ruang lingkup "Linux Loader",..dalam kamus kerennya disebut "LiLo",...

Slackware Linux hadir dengan utilitas konfigurasi berbasis menu yang disebut liloconfig. Program ini dijalankan pertama kali selama proses setup, tetapi kita bisa memanggilnya kemudian dengan mengetikkan liloconfig pada prompt.

LILO membaca settingnya dari berkas /etc/lilo.conf(5). Berkas ini tidak dibaca setiap kali kita melakukan boot, tetapi setiap kali kita menginstall LILO. LILO harus diinstall ulang pada boot sector setiap kali kita melakukan perubahan konfigurasi. Banyak kesalahan LILO muncul dari modifikasi berkas lilo.conf, tetapi lupa untuk menjalankan ulang lilo untuk menginstall ulang perubahan ini. liloconfig akan membantu kita membangun berkas konfigurasi sehingga kita bisa menginstall LILO untuk sistem kita. Jika kita memilih untuk mengedit berkas /etc/lilo.conf, maka menginstall LILO cukup dengan mengetikkan /sbin/lilo (sebagai root) pada prompt.

Ketika pertama kali kita menjalankan liloconfig, maka akan tampak seperti berikut:



















Jika ini adalah pertama kalinya kita melakukan setting LILO, kita harus memilih simple. Jika tidak, kita mungkin menemukan bahwa expert lebih cepat jika kita terbiasa dengan LILO dan Linux. Memilih simple akan memulai konfigurasi LILO. Jika dukungan kernel frame buffer dikompilasi pada kernel kita, liloconfig akan bertanya tentang resolusi video yang hendak kita gunakan. Ini adalah resolusi yang digunakan oleh server XFree86 frame buffer. Jika kita tidak ingin konsol dijalankan pada mode video khusus, memilih normal akan memilih pilihan 80×25.

Bagian berikutnya dari konfigurasi LILO adalah memilih dimana kita hendak menginstallnya. Ini mungkin adalah langkah yang paling penting. Daftar berikut menjelaskan letak installasi:

Root
Opsi ini akan menginstall LILO pada awal partisi root Linux kita. Ini adalah opsi teraman jika kita memiliki sistem operasi lain pada komputer kita. Opsi ini memastikan bahwa aplikasi boot lain tidak tertimpa ulang. Kerugiannya adalah LILO hanya akan dimuat dari sini jika drive Linux kita adalah drive pertama pada sistem kita. Hal ini mengapa banyak orang memilih untuk membuat sebuah partisi /boot sebagai drive pertama pada sistem mereka. Hal ini mengijinkan kernel dan LILO diinstall pada awal drive dimana LILO bisa menemukannya. Versi awal LILO berisi sebuah cacat yang dikenal dengan “1024 cylinder limit”. LILO tidak dapat melakukan boot kernel pada partisi yang melewati silinder ke-1024. Versi terbaru LILO sudah menghapus masalah ini.

Floppy
Metode ini bahkan lebih aman dari opsi sebelumnya. Opsi ini membuat disket yang dapat kita gunakan untuk boot sistem Linux kita. Opsi ini tidak menggunakan aplikasi boot apapun pada hard disk, sehingga kita hanya cukup mem-boot disket ini jika kita hendak menggunakan Slackware. Kecacatan dari metode ini sangatlah jelas. Disket sangatlah rentan terhadap kegagalan. Kedua, boot loader tidak berada pada komputer, jika kita kehilangan disket, kita harus membuat yang lain agar dapat boot sistem kita.

MBR
kita mungkin akan menggunakan metode ini jika Slackware adalah satu-satunya sistem operasi pada komputer kita, atau jika kita hendak menggunakan LILO untuk memilih diantara beberapa sistem operasi pada komputer kita. Ini adalah metode yang paling disarankan untuk menginstall LILO dan akan bekerja pada sembarang sistem komputer.

Warning !!! : Opsi ini akan menimpa aplikasi boot lain yang kita miliki pada MBR.

Setelah memili lokasi installasi, liloconfig akan menulis berkas konfigurasi dan menginstall LILO. Sudah selesai. Jika kita memilih mode expert kita akan mendapatkan menu khusus. Menu ini mengijinkan kita untuk memodifikasi berkas /etc/lilo.conf, dan menambahkan sistem operasi lain pada menu boot kita, dan menentukan LILO untuk mengirimkan parameter kernel khusus saat boot. Menu expert tampak seperti berikut:

















Apapun konfigurasi sistem kita, melakukan setting boot loader yang sudah berfungsi sangatlah mudah. Liloconfig membuatnya menjadi mudah dan simple,.(he..he...he....simple??....saya sendiri kadang masih rada' bingung,..).,

wkakakaka,.....

4 komentar:

izal mengatakan...

:D,..hmmm,..lumayan ,..info yg berguna,..

Trave mengatakan...

okeh mas yuz...

YuZ mengatakan...

ehmmm,....:)

YuZ mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

Silakan ngoceh disini...