"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Selasa, 03 Juli 2012

Laut, Pasir Pantai, Bulan Purnama, Nyanyian Sahabat


Tanggal 30 Juni - 1 Juli lalu saya dan kawan-kawan alumni D3 Teknik Komputer angkatan 44 mengadakan perjalanan singkat ke Pulau Tidung. 
Dua hari satu malam bagi saya memang terlalu singkat. Kerinduan akan tawa dan canda bersama kawan yang membuncah di relung hati ini tak akan cukup hanya terlampiaskan dalam 2x24 jam perjalanan.
Kami sempat mengalami delay kapal keberangkatan dan unprofessional service dari pihak travel agent, tetapi hal itu tak mengurangi sensasi bahagia kami menikmati keindahan alam Pulau Tidung dan berbagai wahana air yang tersedia. Tak ketinggalan juga menu utama yaitu snorkling, wisata menikmati keajaiban karya Tuhan yang tersembunyi di bawah laut.
Satu momen menyenangkan yang tak mudah terulang di kehidupan salah satunya adalah saat kami menginap di rumah mungil pinggir pantai. Cottage yang disediakan dari pihak travel agent ini cukup mengobati kekecewaan kami atas delay keberangkatan di pagi harinya.
Lokasi yang tepat berada di pinggir pantai, memungkinkan saya dapat menghirup aroma laut lepas, menikmati matahari pinggir pantai yang menyengat hangat tubuh ini dan meninggalkan jejak-jejak kenangan dari telapak kaki kasar saya di pasir pantai.

Malam harinya, seakan semuanya seperti skenario tak tertulis. Tiba-tiba listrik cotttage mati sekitar pukul 22.00. Bukannya ingin melelapkan diri dalam mimpi, saat itu malah menjadi momen berkumpulnya kami di bawah pohon di pinggir pantai. Bersama-sama kami bernyanyi diiringi alunan gitar salah seorang dari kami. Saat saya mendongakkan kepala ke atas, bulan purnama sempurna bersinar menerangi kegelapan di bawahnya.
Sungguh sempurna, saya melihat tawa kebersamaan dan senandung persahabatan layaknya layar bioskop terputar di hadapan saya. Seakan tak mau kalah dari Sang Bulan, angin malam pun turut membelai kami dengan aliran sepoi-sepoi menyejukkan. Suara deru ombak dari laut melengkapi suasana hangat para anak manusia yang sedang bernyanyi bersama ini. Yah, memang tak semua dari kami bersuara merdu. Tapi kami bernyanyi tentang persahabatan, keluarga, cinta dan kebahagiaan. Dan saya yakin tak ada penyanyi manapun yang dapat menaklukkan indahnya melodi yang tercipta dari kami saat itu. 

Berikut ini adalah beberapa potongan puzzle persahabatan yang terabadikan di kamera :








6 komentar:

Ca Ya mengatakan...

ih seru :((
pgn kesana jg ih T.T

Yusrizal Ihya mengatakan...

@Ca Ya : nanti di kesempatan lain pasti bisa kesana :)

Outbound di Malang mengatakan...

waaah seru banget, boleh nih kapan" dikunjungi
nice post :)
ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

Fiscus Wannabe mengatakan...

wah kenapa banyak orang cerita tentang Tidung tapi gue ga pernah ke sana? :3

YuZ mengatakan...

@Fiscus : Nanti pasti akan datang saatnya Anda bisa kesana :D
Sekarang banyak koq layanan travelling yg mengurusi perjalanan ke Tidung dan pulau-pulau di sekitarnya.

farinaandini mengatakan...

Hmm pengen Kesana... mudah2an Akan Tersampaikan.amin
http://farinaandini.blogspot.com

Posting Komentar

Silakan ngoceh disini...