"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Jumat, 07 Oktober 2011

Pangrango Plasa Yang Terbuang

Setiap pagi saat berangkat kerja , saya sering melintasi sebuah bangunan besar tak terurus yg berdiri tegak di salah satu sudut kota Bogor di Jalan Pajajaran.
Tulisan Pangrango Plasa masih terukir di atas bangunan tersebut.
Bagi yg udah lama bermukim di Kota Hujan ini, pasti tahu sejarah kelam Mall ini , 
mulai dari predikat sebagai Mall terbesar dan teramai di Bogor hingga kisah kebakaran yg melandanya saat masih bernama Plasa Internusa, yg kemudian dibangun ulang lagi menjadi Mall baru bernama Pangrango Plasa. 
Tapi sayang sekali episode terakhir kisah Pangrango Plasa kini adalah ending yg tragis.
Dimulai dari munculnya Mall-mall baru lain seperti BTM (Bogor Trade Mall) dan Botani Square yg memiliki berbagai fasilitas yg lebih wah daripada Pangrango Plasa. Membuat magnet Pangrango Plasa mulai lemah.
Masyarakat lebih memilih ke Botani dan BTM sebagai tempat persinggahan melepas penat, terutama di akhir minggu.

Kemudian harga sewa kios di Pangrango Plasa yg tinggi menyebabkan hanya sedikit kios yg terisi di dalamnya. Dan sedikit demi sedikit mulai berpindah lapak.
Sebenarnya masih ada daya tarik di Pangrango Plasa saat menjelang akhir masa hidupnya, yaitu Giant sebagai tempat perbelanjaan, sangat bermanfaat terutama utk saya yg notabene kos di daerah malabar (daerah di belakang Pangrango Plasa).
selain itu ada tempat bilyar LC dan lapangan futsal di lantai paling atas yg masih ramai.
Tapi, sepertinya ketiga spot terakhir tersebut juga akhirnya mengibarkan bendera putih.

Dan hingga kini sosok besar Pangrango Plasa yg terbuang masih tidak jelas nasibnya.
Apakah benar-benar memang sang pemilik "raksasa tidur" ini sudah bangkrut dengan banyak hutang atau entah bagaimana, tapi yg pasti Pangrango Plasa telah menjadi salah satu Urban Legend di Kota Hujan.   

Berikut ini adalah beberapa potret kondisi terakhir Pangrango Plasa sejak 2 tahun kosong tak berpenghuni.
Saya ambil dengan kamera hp sendiri beberapa hari lalu.

Perhatikan baik-baik photo di bawah, di pagi hari ada yg memanfaatkan lahan parkir basement-nya jadi tempat menaruh sangkar burung para pemelihara burung .. hahaha
Ide yg bagus menempatkan burung-burung di situ , karena tempatnya memang tinggi dan terbuka, udara juga lebih segar. Burung dijamin ga gampang stress, jadi sering berkicau... harga jualnya nanti pun ga rendah. (pengalaman melihara burung ni yee ?? hehe)
Sebuah ide cerdas,...tapi sungguh ironis untuk mall ini.



Selengkapnya...

Jumat, 16 September 2011

Kancil (Bukan) Si Pencuri Timun

Sebelumnya saya ingin mengucapkan :
Minal Aidzin Wal Faidzin , Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada segenap kawan-kawan pembaca blog aneh saya ini ... :-)
* Telat 2 minggu ngucapinnya , Hahaha.... gpp, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :-D
Prinsip Ironis Manusia Indonesia banget tuh !!

Hmmm....dari hari ke hari rasa malas untuk menulis yg menggerogoti pikiran saya semakin akut ..
itulah sebabnya ribuan inspirasi dan ide dalam kepala hanya tertimbun rapat-rapat dalam pemakaman kreativitas karena tak tersalurkan melalui tarian jari-jari lentik saya di atas keyboard... #HaaaiiiiyyyaaahhhLebay

Sekarang saya tak mau ber-panjang lebar nulis , kesempatan kali ini saya hanya ingin menunjukkan petikan dialog singkat saya dan dua teman saya di sebuah social network Made in Google beberapa waktu lalu.
Berikut adalah update status teman saya yg kemudian dikomentari oleh saya dan teman saya yg lain.

Selengkapnya...

Sabtu, 20 Agustus 2011

Renungan di Hari Kemerdekaan

Beberapa waktu lalu rakyat Indonesia merayakan Hari Jadi negeri ini yg ke-66 di tanggal 17 Agustus 2011 ...
Dan kebetulan bertepatan juga dengan bulan Ramadhan, membuat suasana kemerdekaan diliputi suasana religius...
Merdeka ?? banyak teman2 saya yg menanyakan makna sebenarnya kata "Merdeka" di masa sekarang ini ...
hampir semuanya mencurahkan berbagai keluhan dan gundah gulana mereka yg mengomentari habis-habisan kata "merdeka" yg sepertinya tidak terpatri utk negeri ini ...
Kemerdekaan Indonesia seperti hanya sebuah deklarasi sebuah dokumen berisi paragraf-paragraf yg menyatakan bahwa negeri ini sudah tidak terikat oleh Belanda atau negeri manapun lagi...
mayoritas bertanya "Apakah hanya sebatas itu makna Kemerdekaan ??"

Dan teman2 saya itu semuanya mengungkapkan berbagai motif kegundahan mereka, ada yg menyebut kata "Korupsi", politik Busuk, kesejahteraan rakyat yg terbengkalai, pendidikan yang tidak merata, pembangunan daerah yg tersendat2, dan berbagai macam kasus dan carut marut negeri lainnya.

Dan lalu saya pun tersindir oleh salah satu kalimat teman saya yg berbunyi "Negeri ini tidak memiliki rakyat yg bermental Peneliti, mayoritas hanya Pengamat saja !! Apalagi Komentator... Haiiizzz...meraja lela..."
Saya tersenyum membacanya...tapi saya tak bisa berkomentar apa-apa, daripada nanti saya masuk ke dalam golongan Komentator yg disebutnya...hahaha

Bahkan sampe tulisan ini saya posting di blog ini pun menunjukkan bahwa saya masih bermental Komentator...hahaha
Tapi tak apalah, perduli amat dengan gelar yg tersemat pada saya itu...
Saya hanya menyukai dunia tulis menulis saja dan tidak terlalu pintar dalam bercuap-cuap langsung di depan publik atau bahkan di depan Istana Negara...Hahaha...

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel di salah satu portal berita negeri ini ...
Berikut ini kutipannya ....
*nama saya samarkan utk etika publikasi ... hehe

Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Degradasi Ramadhan ??


Semoga judul tulisan saya di atas tidak terlalu provoaktif...eh, provokatif maksudnya...
Kenapa ??
Kita bisa melihat sendiri betapa turunnya semangat para masyarakat dari tahun ke tahun Ramadhan,...entahlah ..apakah itu perasaan saya saja atau memang begitu realita yg terjadi....
Suatu hari saat menjelang bulan puasa, di Instansi tempat saya bekerja yg kebetulan adalah sebuah Universitas mengadakan sebuah pengajian untuk menyambut bulan puasa, disitu saat pembukaan acara dekan fakultas tempat saya bekerja bersabda berkata --kurang lebih seperti ini-- 

Selengkapnya...

Minggu, 24 Juli 2011

Alzheimer, "Harga Sebuah Ingatan dan Kenangan"

Sudah lama juga saya tidak membangkitkan eksistensi blog Si Kacamata ini lagi,...yahh dengan padatnya kegiatan setiap harinya membuat saya terpaksa menurunkan frekuensi ngeBlog...hehe
Sepertinya saya orang yg sibuk sekali ya ?? wkwkwk (Padahal mah kerjanya cuma duduk di depan komputer tiap hari... Hahaha )

Kali ini saya tertarik kepada sebuah syndrome,...ingat ya ini syndrome bukan penyakit menular...
Syndrome ini bernama Alzheimer. Mungkin teman2 sekalian masih jarang mendengar tentang syndrome ini...
Tapi bagi yg sering menonton film2 mungkin udah sering melihat tema film yang mengangkat Alzheimer Syndrome ini. Beberapa di antaranya yg pernah saya saksikan ada di film Indonesia dengan judul LOVE, kemudian ada juga di filmnya si Adam Sandler "50 First Date" dan yg terakhir saya tonton sebelum menulis artikel ini adalah di sebuah film korea "A Moment to Remember".

Sepertinya film terakhir lah yg benar2 meninggalkan kesan mendalam pada saya, sehingga menumbuhkan keinginan utk menuangkannya dalam tulisan di Si Kacamata ini.
Judul film "A Moment to Remember" memang tepat sekali menggambarkan tentang Alzheimer.
Alzheimer ini adalah sebuah syndrome yang berhubungan dengan ingatan-ingatan seorang manusia yang tersimpan di dalam otaknya.
Karena itu kemungkinan besar orang yang menderita Alzheimer akan mengalami kesulitan dalam mengingat berbagai moment2 di dalam kehidupannya. Sungguh sangat menyakitkan bagi seorang manusia bila sampai kehilangan kenangan2 dalam kehidupannya. Bahkan menurut saya itu lebih sakit daripada sakit fisik. Karena kenangan tidak akan bisa dibayar dan digantikan dengan apapun.

Kenangan adalah harta paling berharga dalam kehidupan manusia itu sendiri. Kenangan membuat seorang manusia menemukan jati dirinya dan menemukan berbagai pelajaran dalam mengarungi kehidupan di masa depan. Kenangan membuat seseorang mengerti makna kehidupan yg sesungguhnya. Kenangan membuat manusia bisa merasakan berbagai perasaan dalam hatinya; tawa, tangis, bahagia, sedih, marah. Semua perasaan itu tidak akan bisa ditebus dengan harta materi sebanyak apapun. Kenangan adalah cerita yang bisa kita bawa sampai tua, bisa kita ceritakan pada anak cucu kita nanti. Kenangan Indah bisa selalu membuat suasana bercerita antar sahabat dan kekasih menjadi hangat dan menyenangkan. Hal yang paling indah untuk dibawa sampai tua nanti adalah Kenangan kehidupan kita.

Bayangkan jika semua itu akan terhapus sedikit demi sedikit oleh Alzheimer ??

Selengkapnya...