"Kenapa bertopeng jika tak punya muka?!"

Minggu, 22 Januari 2012

Padamu Negeri, Kami Korupsi

Artikel singkat untuk hari ini adalah ?

Jamban Keren
Tentu saja kita sebagai warga negara yang "baik" dan "berbakti" pada Ibu pertiwi tahu lagu ini :
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Lihatlah dengan kacamatamu kawan...
Sampai tahun ini, bulan ini, hari ini, detik ini, apakah ada di antara dirimu yang sudah mengamalkan lagu diatas ? 
Klik Untuk Memperbesar Gambar
P.S : Pertanyaan di atas saya tujukan untuk kawan-kawan selain para anggota Dewan Pemeras Rakyat (DPR).
Karena untuk kawan-kawan yang duduk di kursi "empuk" DPR tak akan mampu menjawab pertanyaan "sesulit" itu. Hanya akan menambah dosa-dosa kebohongan mereka jika mereka menjawab "Tentu saja sudah !!".

Selengkapnya...

Jumat, 13 Januari 2012

LUCU-nya Marissa Haque

Entah cerita yg saya tulis ini sudah kadaluarsa atau tidak ,

tapi hari ini jari saya gatal untuk menulis sedikit uneg-uneg di kepala saya beberapa hari ini. Yahh, hitung-hitung sebagai artikel pembukaan tahun 2012 , hehe

Kali ini kacamata saya menangkap sebuah ketidaknormalan perilaku salah satu tokoh di dunia entertainment negeri ini. Sebut saja namanya Marissa Haque. Loh ? itu mah emang nama asli ya ? wkwkwk
Ada apa dengan Marissa Haque ?
Sebenarnya saya tidak tertarik dengan tetek bengek dunia entertainment yang penuh dengan manusia-manusia bertopeng kebenaran.
Tapi khusus untuk perkara kali ini melibatkan "kode etik" blogger, dan sebagai blogger yg memiliki blog berusia 4 tahun (masih Balita, hehe), saya tak mampu menahan kegatalan saya untuk tidak turut menuangkan sedikit "kegelian" pada perkara ini.

Langsung saja saya buka dengan sinopsis "singkat" dari saya :

Selengkapnya...

Senin, 05 Desember 2011

Armada Racun dan AMERIKA-nya

Hai Sobat,
bingung neh mau ngeposting apa di awal Desember ini.
Dua kata yg bisa mendefinisikan situasi dan kondisi saya di tengah malam seperti saat ini adalah "Suntuk" dan "Gajebo".
Jadi iseng-iseng saya ingin memposting sebuah video klip sebuah Band Indie bernama Armada Racun.
Apakah kawan sudah ada yang pernah mendengar Band ini ??
Apakah sudah ada yg mengenal lagu-lagu mereka ??
Saya pertama kali tahu tentang Band ini saat beberapa waktu lalu kawan saya yang idealis menunjukkan sebuah video klip koleksinya. Dan video klip yang ditunjukkan pada saya adalah sebuah video klip dari salah satu single Armada Racun yang ber-title "AMERIKA".
Sobat Penasaran ??
Tanpa banyak berceloteh lagi,
langsung saja lihat dan resapi video klip "AMERIKA" buah karya Armada Racun yang NYELENEH ini.


Apa yang sobat tangkap dari video klip di atas ??
Merasakan Hati yang tersayat-sayat dengan cibiran-cibiran "tak langsung" dalam video klip itu ?? hahaha
Sindiran-sindiran pedas yang kental dengan Rasa Nasionalis dari Armada Racun berhasil membuka mata saya dengan segala hal berbau AMERIKA yang mengurung kehidupan saya dan bangsa kita selama ini.
Dari segi lagu memang tidak enak didengar.
ya, mungkin bagi para manusia idealis dan surealis, Lagu ini memiliki melodi yang indah.
Tapi, satu hal pasti yang saya terjemahkan dari Lagu dan Video Klip ini adalah Penjelasan Sederhana tentang sebuah Nasionalisme dan Patriotisme bangsa ini yang mulai luntur oleh olesan-olesan Cat "berwarna Amerika".

Sobat, coba lihat dengan Kacamatamu,
Apakah sudah ada Barang / Produk / Acara TV / Lagu / Novel / Buku / Komputer / Laptop / Mobil / Motor,dll di rumahmu yang memiliki label "MADE IN INDONESIA" ??

Selengkapnya...

Sabtu, 26 November 2011

Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru

Hai sobat,
Mungkin sudah lewat hampir 2 hari buat saya mengucapkan kalimat "Selamat Hari Guru".
Tapi ga akan pernah lewat sedetikpun di dalam hati saya bergema kalimat "Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru". Selalu terukir dan terpatri kuat segala Ilmu, Ideologi dan Pandangan Hidup yang telah Kalian ajarkan pada saya. Hingga membentuk sebuah prototipe manusia berkacamata dengan segala pikiran dan idealismenya seperti saya saat ini.
Sumber Gambar
Terima Kasih,... sekali lagi Terima Kasih , dan untuk beribu-ribu kalinya saya akan selalu berterima kasih pada Kalian Pak Guru dan Bu Guruku. :-)





Dan saya teringat pada sebuah quote salah seorang Guru saya saat SMA, saat itu beliau berkata :

Selengkapnya...

Kamis, 17 November 2011

Lomografi, Don't Think Just Shoot !!

Beberapa hari ini pikiran saya tersita dengan sebuah Novel yang saya dapat dari sebuah acara obral buku gramedia dengan harga "hanya" Rp 5.000 ...
Ya, novel ini memang tidak terlalu laris sehingga stocknya masih ada dan dijual di cuci gudang gramedia beberapa waktu lalu.

Saya iseng2 mengambilnya saat itu , maklum lah ekonomi anak kosan yg pas pasan melihat sebuah novel harga Rp 5.000 langsung aja gatel ni tangan. :D

Tapi jangan lihat dari harga dan cover yg sederhana, sungguh saya dibuat masuk ke dalam dunia sang penulis saat menikmati novel ini. Dunia yg sebenarnya penuh dengan sindiran-sindiran pedas kehidupan manusia urban di kota metropolitan, penuh dengan cacian dan rasa depresi yang kelam. Tapi disisipi dengan segelumit warna kreativitas dan "sense of art" yang idealis dari Sang Penulis.


Memang biasanya Novel Idealis kaya' gini jarang banget laku di pasaran kalau nama penulisnya belum beken di khalayak umum. Tapi untung saja ini bukan Novel pasaran yang gampang laku, kalau udah habis terjual pasti saya ga bakal bisa dapet  nih Novel dengan harga 1 piring Nasi + Sayur + Telor ini ... :D

Judul novel itu adalah BIDIK. Karya Nugroho Nurarifin.
ini snapshot dari HP bapuk saya :
Sampul Depan
Sampul Belakang

Ada satu hal menarik yang saya sorot dari Novel itu. Yaitu kegemaran sang tokoh utama dalam novel itu terhadap Lomografi.

Tiba-tiba kata Lomografi itu sendiri menjadi sebuah kata yang menarik diri saya utk mencoba mengenal lebih dekat "dirinya".

Coba saja sobat cari di mbah google, sudah banyak referensi tentang Lomografi itu sendiri yang bisa sobat baca. Jadi, saya tak perlu Copy Paste lagi infonya, terlalu menghabiskan halaman untuk artikel saya ini (bilang aja emg males nulis)  :p

Saya petik sebuah "peraturan absurd" dari Lomografi itu sendiri.

Selengkapnya...